Video Curhat sang Pilot, Amankah Terbang Pakai Lion Air?

oleh
Video Curhat sang Pilot, Amankah Terbang Pakai Lion Air?

MACCANEWS- Perwakilan Pilot Lion Air akhirnya buka suara menjawab tudingan miring yang dialamatkan kepada perusahaannya paska insiden jatuhnya Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat.

Dalam sebuah akun vlog YouTube pribadi, Pilot senior Batik Air, anak usaha Lion Group, yakni Kapten Vincent Raditya mengungkapkan bahwa seluruh maskapai penerbangan sebenarnya sama saja. Begitupula pesawat yang diterbangkan.

Dan berikut curahan hati Kapten Vincent Raditya:
“Saya dulu pernah bekerja di sebuah maskapai di mana maskapainya udah gak ada, bertahun-tahun yang lalu awal mula saya di penerbangan dimulai, pesawatnya begitu rusak yang tidak di-maintenance”.

“Kita kalau mau terbang tu, list equipment rusaknya banyak sekali numpuk, pada waktu itu saya enggak begitu mengerti saya masih co-pilot waktu itu.”

“Kita terbang-terbang aja, setelah saya mengerti sekarang, aduh gila gue terbang dulu bahaya banget ya, bisa celaka, dan nyatanya tidak ada yang celaka itu pesawat.”

“Saya katakan pesawat are very reliable (dapat diandalkan) multiple values aja gak membuat pesawat itu bisa langsung jatuh, nah itu saya buktikan sendiri, saya terbangin pesawat yang notabennya rusaknya luar biasa A, B, C, dari hydrolic dari apa, dan pesawat itu tidak ada yang crash.”

“Sekarang Lion Air beli Boeing 737-800 yang Max serinya, lalu Garuda juga beli yang sama, menurut kalian pabriknya sama atau tidak? Sama.”

“Terus apa yang membedakan, antara Lion, Garuda, Sriwijaya apa yang membedakan? ya sama saja guys mereka hanya user jadi antara Lion, Batik, Sriwijaya ya sama saja gak ada perbedaannya.”

“Ooh enggak Capt enggak kayak gitu, ya kita lihat aja dari segi maintenance?”

“Kalau boleh jujur memang ada maintenance ada mempengaruhi tapi maskapai yang seperti apa?,”

“Kalau kita bicara maintenace, oh Lion maintenance-nya seperti A seperti B, sepengalaman saya membawa pesawat dari 2010 dari maskapai A, B, C. Di maskapai B dan C saya merasakan saya dimanusiakan karena kerusakan sedikit mereka perbaiki, berbeda sama maskapai A, waduh ini bisa dipending beli part-nya nanti, itu bahaya.”

“Tapi saya bisa pastikan di indonesia tidak bisa melakukan itu, sekarang udah ketat.”

“Maskapai tidak pengaruh guys, pesawat dia beli Boeing 737 ya asalnya sama, pesawat Garuda, mau pesawat Lion, mau pesawat Sriwijaya tetap beli di tempat yang sama.” (*)